Sang Polyphagotarsonemus


.

Hari ini aku bermain dengan dunia lain
Sebuah dunia yang hanya dapat dinikmati dalam ukuran mikro
yaa ternyata bermain dengan dunia lainpun mampu menggugah hati nurani, menyadarkan yang selama ini mungkin kurang sadar.
sekali zoom tak tampak apa-apa
ku coba lagi, lagi dan lagi
hingga ku temukan sosok kecil bertungkai empat itu.
berbadan bulat, berwarna kuning
berlarian dengan gesitnya, menelusuri garis lurus tulang daun.
yaaah kau si Polyphagotarsonemus, dalam pandanganku kau begitu kecil lagi buntet.tingkahmu kadang membuat aku tak sabar.
"tungau" itu nama lainmu, banyak orang tak menanggapimu hanya karena kau seekor tungau.
 Meski begitu kau begitu bening, lembut lagi bersinar.
hitungan menit kau membuatku gundah, hitungan detik kau membuatku marah. 
oh polyphagotarsonemus,,,aku setengah putus asa.
tapi itulah kamu polyphagotarsonemus...
kelincahanmu menambah semangatku,
satu kehadiranmu melebarkan senyum manisku.
seharian mengamatimu
banyak tinkahmu yang tidak kutemukan dlam diriku
kau memang kecil bahkan tak terlihat
tapi kau begitu luarbiasa
saat temanmu jatuh, kau merangkulnya dan membawa berlari
saat tungkainya patah, kau membantunya melewati satu persatu tulang daun yang menyirip.
saat predator datang menghadang
kau tak hanya menyelamatkan diri sendiri
kau pimpin semua orang terdekatmu berlindung di lekuk daun
kau ciptakan nuansa aman dalam kerabat
kau sang polyphagotarsonemus, kecil lagi buntet
hari ini dalam pandangan berukuran mikroku
aku resmi menyatakan aku iri padamu polypaghotarsonemus
kau seekor tungau,tapi mampu berikan sejuta makna dan pelajaran
sedangkan aku makhluk yang diciptakan sebaik2 bentuk
masih kurang berbuat banyak.
oh polyphagotarsonemus,,,
adakah yang sebaik dirimu di dunia nyata ini 

          -RT-

Dan untuk kesekian kalinya


.

      Aku tak merasa terganggu dengan hadirnya matahari pagi ini yang menyelinap di jendela kamar, dan aku tak merasa bising dengan ocehan orang2 disekitarku, yang pagi buta berteriak masalah air, yang sibuk dengan musik keras dikamarnya, yang mempermasalahkan seragam sekolah anaknya. bahkan aku sama sekali tidak merasa terganggu dengan bunyi klakson angkot di jalanan depan gang kosanku. bahkan aku tak bergeming sedikitpun, aku tetap meringkuk dibawah selimut tebalku, menutup mata seolah ingin sekali mengatakan "hari ini biarkan aku tertidur senyenyak mungkin". Aku tertidur pulas pagi ini. 
     Ingin terlepas dari rutinitas yang selalu mengikat kedua tanganku, membelenggu kakiku, serta menguras pikiran dan hatiku. aaahhh hari ini milikmu tay pikirku dibawah selimut tebal.Tidur lelap yang ku impikan tak berlangsung lama, hanya 10 menit menikmati alam bawah sadarku, aku kembali terbangun, mendapati handphone yang tengah sibuk memamerkan suara jeleknya. sangat mengganggu sekali pekikku dalam hati. dengan malas ku angkat. Terdengar lirih suara merdu itu memanggilku ;
"lagi ngapain nduk?, wis maemnya?, kelapang ora hari ini?"
sontak aku terbangun, dengan rambut acak-acakan, raut muka yang tak menentu aku duduk ditepi ranjang, mengatur ritme suaraku.
terdengar sedikit parau "hehehe baru bangun bue, belum, hari ini free kelahannya. bue dimana?"
bla bla bla
"yo wis mandi yo, jangan lupa maem, jaga diri baik-baik yo nduk"
percakapan antara ibu dan anak terputus dikarenakan tugas masing-masing yang telah menunggu. 
     Sepertinya tingkat kesadaranku baru 50%, tak tahu harus berbuat apa. yang ada dipikiran ini hanyalah tidur, tidur, dan tidur. Lagi-lagi niat itu urung terlaksana, selepas melihat tumpukan baju kotor disudut kamar. huuuuuufffffffffhht....yaa...aku harus mencuci pakaian pagi ini. Aktivitasku beruntun, aku tak mengerti niat ingin berleha-leha ternyata tak terkabulkan. hari ini aku menjadi manusia paling rajin dikosanku.mulai dari mencuci pakaian, piring, bahkan membersihkan kamar semua terlaksana begitu cepat dan penuh semangat.aku bukan seorang tay yang biasanya pagi ini.
what happen whit me...hahahhaa aku lapar...itu judul pagi ini setelah semua aktivitas dikosan terlaksana. Aku bersiap keluar mencari makanan penutup mulut cacing-cacing diperutku. dan pilihanku pun tertuju pada ketoprak pak Ali yang terkenal super enak.
    Dijalan menuju ketoprak pak Ali, langkahku terhenti, suasana hatiku tiba-tiba berubah, senyum yang tadinya manis kini tak lagi menghiasi bibirku. aku hanya terdiam kaku dengan mata tertuju kesatu arah. tak jauh di ujung jalan terlihat seorang bapak dan anak kecil tengah bermain dan bermanja-manja. Dapat kurasakan betapa sayangnya sang bapak kepada anaknya.dan betapa bahagiannya hati sang anak memiliki bapak seperti beliau. di gendong, digelitikin, disayang bahkan dimanja. Pemandangan yang sangat dramatis tapi miris untuk ku lihat. mengubah selera makanku pagi ini. Dan untuk kesekian kalinya ingatanku kembali pada belasan tahun yang lalu. mungkin aku pernah seperti anak tadi, tapi tak tahu pasti masih membekas hingga kini kenangan indah atau luka.
    Dalam sedetik rasaku pagi ini tak lagi indah, dalam semenit bayangan itu membangkitkan devil dalam diriku, dalam satu jam semua hal yang mengingatkan sosok itu menghujam ingatanku. Aku sangat rindu tapi aku tak tahu ke siapa harus mengadu.aku masih ingin merasakan hal yang dirasakan anak kecil tadi. 
Dan untuk kesekian kalinya rasa sesal di diri ini mencuat kembali kepermukaan.
Aku ingin dimanja, tapi aku tak tahu kasih ayah dimana.
dan untuk kesekian kalinya
Aku ingin kasihmu tak hanya namamu.
Aku tetap seorang anak kecil yang menunggu engkau tatap, belai rambutku, dan berkata Ayah sangat merindukanmu, ayah sangat mengasihimu.
dan untuk kesekian kalinya.


-RT-